Teknik Dasar Knitting (Merajut)

Teknik Dasar Knitting (Merajut)

Teknik Dasar Knitting (Merajut). Belajar merajut ternyata mudah. Anda hanya perlu telaten mengikuti tips merajut untuk pemula agar lekas mahir dan bisa menghasilkan produk rajutan sendiri.

Merajut atau knitting adalah metode membuat kain dari sehelai benang panjang yang dijerat menjadi serangkaian loop atau simpul menggunakan dua jarum rajut atau mesin rajut. Ini adalah hobi yang menenangkan dan bisa menghasilkan berbagai macam produk, dari syal sederhana hingga sweater yang rumit.

Pengertian Knitting (Merajut)?

Merajut (knitting) adalah teknik mengubah benang rajut menjadi kain, busana, popok, atau benda-benda bernilai pakai lainnya. Tak ada yang mengetahui secara persis tentang perkembangan sejarah merajut. Namun, ada beberapa penemuan yang dianggap berkaitan erat dengan sejarah merajut, yaitu sepasang kaos kaki berbahan katun dengan motif rajutan tangan dari tahun 1000 M di Mesir serta permadani rajut di kawasan Timur Tengah.

Kegiatan merajut dianggap identik dengan kaum wanita. Namun, pada awal masa perkembangannya, banyak kaum pria lebih dominan menjadi perajut. Para pemuda yang ingin jadi perajut harus lulus tes dan melewati proses magang terlebih dahulu agar bisa meraih gelar master. Semua perajut bergelar master wajib memastikan bahwa kualitas bahan dan motif rajutannya benar-benar baik karena kesalahan kecil bisa membuat gelarnya dicopot.

Awalnya, pakaian hasil rajutan di Eropa hanya digunakan di kalangan bangsawan istana dan prajurit perang. Ada jubah rajutan yang terbuat dari benang emas dan ada pula seragam tentara Jerman pada Perang Dunia II. Lama kelamaan seni merajut berkembang luas di kalangan masyarakat biasa, contohnya kebiasaan merajut sweater yang dilakukan masyarakat Pulau Aran serta kewajiban bagi para wanita untuk menguasai teknik merajut pada masa Ratu Victoria di Inggris. Seni merajut mulai berkembang di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Di era tersebut, para wanita Indonesia diajarkan cara merajut oleh noni Belanda.

Mengenal Perbedaan Knitting (Merajut) dan Menyulam

Hingga saat ini ternyata masih banyak orang yang tidak tahu perbedaan merajut dan menyulam. Secara sederhana, merajut dapat diartikan sebagai proses membentuk suatu produk baru dari bahan dasar benang, misalnya berupa sweater, kaos kaki, syaldan tas. Sedangkan menyulam adalah teknik menggambar di atas kain menggunakan benang dan jarum sulam, mirip seperti melukis. Merajut bertujuan menghasilkan produk baru bernilai pakai. Sementara itu, menyulam bertujuan menambah keindahan kain dengan aneka motif dan warna.

Menyiapkan Alat dan Bahan untuk Knitting (Merajut)

Jika Anda ingin belajar merajut dalam waktu dekat, maka kamu harus menyiapkan beberapa alat dan bahan berikut ini agar proses merajut berlangsung lancar:

  • Jarum rajut (crocket hook/ hakpen/ hakken):panjang jarum ini berkisar antara 13 cm hingga 15 cm. Bagian ujungnya berbentuk seperti pengait dengan ukuran bervariasi, mulai dari 0,6 mm sampai 10 mm. Anda harus menggunakan jarum berukuran lebih kecil dari standar benangnya jika ingin membuat rajutan yang rapat. Sebaliknya, jarum yang ukurannya lebih besar dari standar benang dibutuhkan untuk membuat rajutan yang renggang. Ada dua cara memegang hakpen, yaitu gaya pensil (seperti orang memegang pensil) dan gaya pisau (seperti menggenggam pisau untuk mengiris). Saat Anda menggunakan jarum ini, satu tangan memegang hakpen, sedangkan satu tangan lagi memegang benang.
  • Jarum sulam (jarum knit/ breien): jarum ini pada umumnya berukuran lebih panjang daripada hakpen dan bagian lubangnya jauh lebih besar darpada jarum jahit. Bagian ujungnya tidak seruncing jarum jahit biasa dengan diameter mulai dari 1,25 mm. Berbeda dengan cara menggunakan hakpen, satu paket jarum knit terdiri dari sepasang jarum. Kedua jarum tersebut harus dipegang bersamaan dengan tangan kiri dan kanan.
  • Benang rajut: Ada berbagai jenis benang rajut yang dijual di pasaran, antara lain kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon, akrilik, akrilik linen, dan polyester. Sebaiknya Anda memilih benang jenis katun karena lebih mudah ditemukan dan terdiri dari beragam warna. Tips merajut untuk pemula menyarankan Anda memilih benang berwarna cerah seperti kuning, putih, hijau muda, dan biru muda karena warna-warna tersebut mempermudah Anda mengidentifikasi lubang tusukan pada rajutan.
  • Gunting.
  • Peniti rajut sebagai alat penanda rajut.
  • Meteran kain.
  • Lem tembak untuk menempelkan aksesori pada hasil akhir rajutan.

Istilah Tentang Anatomi Rajutan dan Cara Membuat Simpul Awal

Beberapa istilah tentang anatomi rajutan yang wajib kamu pahami antara lain:

  • Slip knot: simpul awal sebelum memulai tusuk dasar.
  • Front loop: tusuk atau lubang yang menghadap Anda.
  • Back loop: tusuk atau lubang yang membelakangi Anda (terletak di balik front loop).
  • Yard end: ujung benang pendek
  • Yard ball: ujung benang lainnya yang terhubung dengan gulungan benang.

Selanjutnya, Anda bisa membuat simpul awal dengan mengikuti langkah-langkah ini:

  • Pegang benang menggunakan telunjuk dan ibu jari kedua tangan. Posisi yard end berada di sebelah kiri sedangkan yard ball di sebelah kanan.
  • Lingkarkan benang mengitari jari telunjuk kiri ke belakang. Gunakan jempol kiri agar posisi benang tidak berubah.
  • Lingkarkan kembali benang ke belakang hingga benang terletak di antara telunjuk dan jari tengah.
  • Masukkan benang pada lubang di antara telunjuk dan jari tengah kemudian tarik ke arah luar.
  • Tarik benang dengan kencang sambil melepaskan benang di tangan kiri.
  • Masukkan jarum pada lubang hasil tarikan benang lalu tarik yard ball agar sesuai dengan ukuran jarum.

Jika ingin menguji apakah simpul awal buatan Anda sudah benar atau belum, cobalah menarik salah satu ujung benang. Kalau Anda menarik yard ball, maka simpul akan mengencang. Sedangkan jika kamu menarik yard end, simpul akan mengendur.

Jika Anda tertarik untuk memulai, berikut adalah teknik dasar knitting yang perlu Anda kuasai:

1. Memulai: Casting On (Membuat Fondasi/Mulai Rajutan)

Ini adalah langkah pertama untuk membuat simpul awal di jarum Anda. Ada beberapa cara untuk melakukan casting on, tetapi metode Long-Tail Cast On adalah salah satu yang paling umum dan menghasilkan tepi yang rapi serta elastis.

  • Posisikan benang di antara jempol dan telunjuk Anda, biarkan ujung benang yang panjang menjuntai (ini adalah “ekor”nya).
  • Buat simpul awal di jarum pertama.
  • Gunakan gerakan mengaitkan benang dari jempol dan telunjuk untuk membuat loop baru dan masukkan ke jarum. Ulangi sampai jumlah loop yang diinginkan tercapai.

2. Dua Tusuk Dasar: Knit Stitch dan Purl Stitch

Kedua tusuk ini adalah fondasi dari semua pola rajutan yang lebih kompleks. Menguasai keduanya akan membuka dunia kemungkinan.

  • Knit Stitch (Tusuk Rajut Depan): Ini adalah tusuk paling dasar. Hasilnya terlihat seperti huruf “V” kecil di permukaan kain.
    • Masukkan jarum kanan ke dalam loop pertama di jarum kiri dari depan ke belakang.
    • Lilitkan benang kerja (benang yang terhubung ke gulungan) di sekitar jarum kanan.
    • Tarik jarum kanan ke belakang melalui loop di jarum kiri, membawa serta benang yang baru dililitkan.
    • Biarkan loop lama meluncur dari jarum kiri. Anda sekarang memiliki loop baru di jarum kanan.
  • Purl Stitch (Tusuk Rajut Balik): Tusuk ini menghasilkan tampilan seperti gumpalan kecil atau jerawat di permukaan kain. Ketika digabungkan dengan knit stitch, ini bisa menciptakan berbagai pola tekstur.
    • Masukkan jarum kanan ke dalam loop pertama di jarum kiri dari belakang ke depan.
    • Lilitkan benang kerja di sekitar jarum kanan (berlawanan arah jarum jam).
    • Tarik jarum kanan ke depan melalui loop di jarum kiri, membawa serta benang yang baru dililitkan.
    • Biarkan loop lama meluncur dari jarum kiri.

3. Mengakhiri: Binding Off/Casting Off (Menutup Rajutan)

Setelah Anda selesai merajut proyek Anda, Anda perlu “mengunci” simpul agar kain tidak terurai.

  • Rajut dua tusuk pertama (bisa knit atau purl, tergantung pola).
  • Gunakan jarum kiri untuk mengangkat loop pertama yang baru saja Anda rajut dan lewati di atas loop kedua dan lepas dari jarum. Hanya satu loop yang tersisa di jarum kanan.
  • Rajut satu tusuk lagi.
  • Ulangi langkah “angkat dan lewati” sampai hanya satu loop yang tersisa di jarum.
  • Potong benang, sisakan ekor sekitar 15 cm.
  • Tarik ekor benang melalui loop terakhir dan kencangkan untuk mengunci.

Alat Dasar Knitting (Merajut) yang Anda Butuhkan

Untuk memulai rajutan, Anda hanya memerlukan beberapa hal:

  • Jarum Rajut: Tersedia dalam berbagai ukuran (diameternya mempengaruhi seberapa rapat atau longgar rajutan Anda) dan bahan (bambu, logam, plastik). Pilih ukuran yang direkomendasikan untuk benang Anda.
  • Benang Rajut: Datang dalam berbagai serat (wol, akrilik, katun, campuran) dan ketebalan. Pilih benang yang mudah dipegang untuk pemula, seperti benang akrilik ukuran medium.
  • Gunting: Untuk memotong benang.
  • Jarum Tapestry/Benang: Untuk menyembunyikan ujung benang yang longgar setelah selesai merajut.

Tips Knitting (Merajut) untuk Pemula

  • Pilih Proyek Sederhana: Mulailah dengan proyek kecil seperti washcloth, syal, atau tatakan gelas yang hanya menggunakan knit stitch atau garter stitch (semua baris dirajut knit).
  • Tonton Video Tutorial: Visual sangat membantu dalam belajar rajut. Cari video di YouTube untuk “how to knit for beginners” atau “basic knitting stitches”.
  • Jangan Takut Membuat Kesalahan: Setiap perajut membuat kesalahan. Bagian terpenting adalah belajar memperbaikinya atau bahkan belajar untuk mengabaikannya pada awalnya.
  • Perhatikan Ketegangan Benang: Ini akan mempengaruhi kerapian rajutan Anda. Latihlah untuk menjaga ketegangan benang tetap konsisten.
  • Berlatih Secara Teratur: Semakin sering Anda berlatih, semakin terampil jari-jari Anda.

Dengan menguasai teknik-teknik dasar ini, Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk mengeksplorasi dunia Knitting (Merajut) yang luas dan menciptakan berbagai karya unik. Selamat merajut!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip Blog

Kategori

Artikel Terbaru :