Apakah Kata Voile dan Voal Sama? Ya, pada dasarnya voile dan voal merujuk pada jenis kain yang sama. Kata “voal” adalah serapan atau adaptasi dari kata “voile” yang berasal dari bahasa Prancis, yang berarti “kerudung” atau “cadar”. Jadi, dalam konteks kain, kedua istilah ini mengacu pada jenis kain yang memiliki karakteristik serupa.
Sekarang, hijabers Indonesia lebih suka kerudung berbahan voal atau voile. Banyak penjual kain menjual kerudung dari berbagai jenis voal, termasuk light, paris, arab, turki, dan premium. Jenis voal ini biasanya diberi nama oleh produsennya, biasanya berdasarkan jenis konstruksi kain yang digunakan untuk membuat kerudungnya.
Sebelum membahas hal ini lebih lanjut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu sejarah kain voile. Kata voal sendiri berasal dari “voile”. Kata voile ini berasal dari bahasa Perancis yang artinya kain transparan tipis dan semi transparan. Kain ini termasuk jenis semi-sheer, artinya ditenun dengan benang jarang-jarang. Artinya, posisi benang tidak terlalu rapat, sehingga menghasilkan efek transparan.
Kain voile dipopulerkan oleh Jean Baptiste di abad 13. Beliau sendiri adalah produsen kain linen. Itu sebabnya banyak orang yang sering menggunakan kain linen, ketika pertama kali melihat kain voal akan melihat kemiripannya. Perbedaan antara kain voile dan linen adalah pada besar benang yang digunakan, dan threadcount-nya. Pada beberapa variasi, benang mentah yang digunakan juga berbeda, ada yang menggunakan polyster, katun, ataupun blended. Pada gambar di atas, dapat terlihat tekstur kain voal dari dekat.
Apakah Kata Voile dan Voal Sama?
Karakteristik Umum Voile/Voal
Baik voile maupun voal memiliki karakteristik utama yang membuatnya populer, terutama sebagai bahan hijab:
- Ringan dan Lembut: Kain ini terasa halus dan tidak memberatkan saat dipakai.
- Tidak Mudah Kusut: Salah satu keunggulan praktisnya, mengurangi kebutuhan untuk sering menyetrika.
- Mudah Dibentuk dan Tegak di Dahi: Penting untuk kenyamanan dan kerapian saat digunakan sebagai hijab.
- Menyerap Keringat: Membuat kain ini nyaman digunakan di iklim tropis karena terasa adem.
- Sedikit Transparan (Semi-Sheer): Meskipun ditenun dengan benang yang tidak terlalu rapat, biasanya tidak terlalu menerawang saat dijadikan hijab (tergantung ketebalan spesifiknya).
- Tekstur kain voal seperti linenKain voile memiliki tekstur seperti kain linen, bukan tekstur seperti kain chiffon yang agak “keriting”, atau bahkan benang miring seperti kain satin.
- Bahan voal umumnya ringanBahan voal umumnya ringan, karena untuk membuat tekstur tipis dan transparan diperlukan bahan ringan.
- Cetakan pada bahan voal berkesan tembus ke belakangKarena bahan yang tipis, cetakan pada bahan voal berkesan tembus ke belakang. Pada banyak bahan lain yang dijual sebagai bahan “voal”, efek seperti ini tidak Anda dapatkan. Variasi yang ada di pasar biasanya dibuat dengan benang yang tidak homogen antara tiap jalurnya, sehingga menimbulkan kesan kasar dan vintage.
- Konstruksi kain bagian belakang sama dengan bagian depanJika Anda membeli kain voal dengan bagian depan dan belakang kain berbeda, artinya itu bukan kain voal. Jika bergaris-garis, kemungkinan adalah chiffon atau jenis kain lain serupa.
- Kain voal lemas dan “jatuh”Kain voal lemas dan jatuh jika digunakan. Sedangkan yang agak mengembang biasanya varian dari chiffon atau organdi. Bisa dicoba dibandingkan dengan ditaruh pada bidang datar.
- Kain voal tidak berkesan “lengket” ketika dipegang dengan dua jari.Kain voal tidak seperti linen, lembut saat dipegang. Sedangkan kesan “lengket” didapat jika benang kain yang dijual sebagai voal tersebut agak keriting. Jika demikian, artinya pedagang kain tersebut menjual kain chiffon dan diberi nama sebagai voal
Variasi dalam Voile/Voal
Meskipun istilahnya sama, di pasaran kamu bisa menemukan berbagai jenis “voal” atau “voile” yang dibedakan berdasarkan kualitas, campuran bahan, atau finishing-nya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Voal Basic: Jenis voal standar.
- Voal Premium / Ultrafine / Superfine: Biasanya memiliki tekstur lebih halus dan campuran katun yang lebih banyak, membuatnya lebih lembut dan terkadang lebih tebal sehingga tidak terlalu menerawang.
- Voal Watersplash (Anti-air): Voal yang telah diberi lapisan khusus sehingga tahan terhadap percikan air.
- Voal Motif/Printing: Voal polos yang kemudian diberi motif cetak.
- Voal Jacquard: Voal dengan pola tenun yang timbul.
Apakah Kata Voile dan Voal Sama?
Jadi, ketika kamu mendengar “voile” atau “voal”, kamu sedang berbicara tentang jenis kain yang sama, dengan kemungkinan variasi kualitas atau karakteristik spesifik tergantung pada produsen dan jenis benangnya.

